Untung Bisa Dibagi ke Tim, Tapi Resiko Tanggung Sendiri

Ketika tim bisnis sudah terbentuk dan sudah saling sinergi, serta koneksi antar individu terbentuk adalah modal untuk tumbuh lebih cepat.

Oleh karena itu, dalam situasi tim bisnis yang solid terkadang informasi seputar perusahaan begitu terbuka baik kabar baik atau kabar buruknya. Karena itu di dalam bisnis, tidak semua orang boleh mengakses informasi maupun memutuskan segala hal, harus ada tingkatan berdasarkan tanggung jawabnya.

Misal seorang sales hanya boleh mengambil keputusan harga nett, sementara managernya boleh memberikan harga khusus. Begitu juga informasi tentang vendor dan pajak hanya di pegang oleh bagian terkait, tidak boleh semua orang bisa mengaksesnya. Protokol semacam itu perlu dilakukan agar resiko negatif yang bisa terjadi lebih bisa dikendalikan.

Tidak semua Anggota Tim Bisnis Harus di Pelihara

Banyak saya temui para pengusaha mengeluhkan susahnya cari karyawan, karena itu setelah diterima meskipun performa nya tidak sesuai tetap saja dipertahankan dengan alasan cari karyawan itu susah, sehingga terjadi kebimbangan mau dipertahankan atau dilupakan aja.

Sebelum memutuskan hal tersebut alangkah baiknya kita meng-GRADING atau mensortir seberapa bernilai anggota tim kita.

Sebut aja cara yang paling gambang adalah A-B-C-D

A = Asik banget, type ini adalah karyawan yang punya sikap kerja yang baik dan menghasilkan, semangat dan mau maju bersama sesuai visi dan misi perusahaan. Orang seperti ini harus terus dibina dan diberikan tantangan serta penghargaan atas prestasi kerjanya.

B = Biasa aja, type ini adalah pekerja yang hasilnya pas-pasan tapi sikapnya cukup baik. terkadang kerja hanya sesuai waktu dan hasilnya juga sesuai target yang ditetapkan. karyawan semacam ini bisa dipertahankan dan bisa terus di upgrade dimasa yang akan datang.

C = Capek deh, type ini kalo kerja hasilnya bagus, tapi sikap nya terkadang melenceng dari nilai-nilai perusahaan. karena itu perlu energi extra untuk menangani karyawan type seperti ini. harus dilakukan pembinaan sikap secara intensif. untuk dipertahankan diposisi saat ini cukup bagus, tapi kalo dipromosikan lebih baik jangan.

D = Daaah... type ini adalah udang hasil kerjanya tidak target atau pas-pasan dan punya sikap buruk. lebih baik di lupakan aja karena bisa menjadi toxic employee dan menambah cost operasional perusahaan.

Jadi mulai sekarang selalu lakukan grading terhadap anggota tim dan jangan lupa sebagai leader Anda pun harus bisa menilai, apakah Anda type A, B, C atau D

Bagaimana Membina Karakter Dalam Tim Bisnis ?

Pernahkan Kita berfikir untuk merubah karakter seseorang ?

Ada ungkapan kalo merubah SKILL itu mudah, tinggal di training secara intensif kemudian diberikan panduan SOP maka anggota tim akan bisa bekerja sesuai fungsinya.

Sedangkan kalo menyangkut SIKAP seperti kejujuran, komitmet, tanggung jawab, berani, semangat, empati sama orang lain, gemar berbagi, peduli sama lingkungan kerja, terbuka sama anggota tim lain, dan tidak menunda pekerjaan, maka tidak semudah merubah skill dalam pekerjaan.

Ibarat puncak gunung es, SIKAP tersebut hanya merupakan sebagian kecil yang tampak dipermukaan, tetapi sesungguhnya dibawah gunung es tersebut masih terdapat beberapa hal yang menyebabkan itu terjadi adalah :

Kelima hal tersebut sangat dipengaruhi oleh lingkungan.Oleh karenanya hati-hatilah dalam memilih teman bergaul, dengan siapa kita bergaul menentukan masa depan kita, dan untuk menciptakan sikap, prilaku dan keputusan yang positif diperusahaan kita, mulailah dengan menciptakan lingkungan yang positif yang mendukung bertambahnya pengetahuan, peningkatan skill, penciptaan believe yang baik, serta memupuk core value dan identitas individu yang baik.Akan tetapi jika ada anggota tim yang tidak mau berubah, harus di ikhlaskan saja, karena Allah SWT sendiri tidak akan merubah nasib suatu kaum bila kaum tersebut tidak mau berubah. Seseorang tidak akan menjadi lebih baik kecuali ada keberanian untuk melihat diri nya sendiri.

Tahukah ? Ini Pertanyaan Efektif Saat Interview Calon Karyawan

Pernahkah Anda kecewa dengan karyawan yang baru masuk di perusahaan Anda?

Pada saat interview begitu mengagumkan, tapi setelah bekerja beberapa waktu ternyata sikap dan tindakannya mengecewakan, tidak seindah pada saat wawancara. Saya pun pernah mengalami hal tersebut. Ingin tahu bagaimana bagaimana agar tidak terulang hal yang sama? Saya coba sharingkan Tip-tip praktis yang sudah saya terapkan juga.

Cara efektif interview calon karyawan yang saat ini dikenal dengan istilah BEI (behavior even interview) adalah menanyakan beberapa point kejadian dalam kehidupan yang pernah kandidat alamai. Diharapkan dari jawaban ini bisa menggambarkan attitude yang tersembunyi. Coba ceritakan prestasi terbaik selama bekerja? Apa yang dipelajari dalam satu bulan terakhir? Jelaskan sebuah peristiwa dimana Anda konflik dengan rekan kerja? ceritakan sebuah peristiwa dimana Anda merasa sangat berjasa terhadap orang lain? Jika mantan Bos Anda bertemu dengan Saya hari ini, kira-kira dia akan berkata apa tentang kamu? Apa Goal Anda 5 tahun kedepan? Dan jelaskan bagaimana cara Anda mencapainya? Jelaskan kapan Anda terakhir tidak Jujur? Sejauh ini siapakah boss favoritmu? Mengapa ? Jelaskan pekerjaan favorit kamu? Jenis konsumen apa yang paling sulit ditangani? Bisa jelaskan?

Pada saat kandidat menjawab bisa diperhatikan hal-hal berikut ini :

– jawaban tersebut relevan tanpa keluar dari topik yang ditanyakan

– sikap positif terhadap pertanyaan tersebut, apakah menyalahkan orang lain

– Percaya diri dalam menjawab

– tampil asli bukan pura-puraJangan menanyakan hal ini Apakah Anda saat ini termotivasi? Apakah Anda bisa bekerja dalam team? Apakah Anda bisa bekerja di bawah target?

Pertanyaan di atas sangat “klise”, karena kita pada umumnya tahu bahwa jawaban ketiga pertanyaan tersebut sudah bisa ditebak…Apakah cara diatas benar-benar efektif? Apa salahnya kita coba dulu dan lihat hasilnya. Dan jika benar-benar bermanfaat bisa kita jadikan SOP dalam bisnis kita.

Uniform Alat Bantu Untuk Bangun Otoritas Tim Bisnis

Pernah kebayang kita ke UGD sebuah rumah sakit, lalu datang seorang dokter berpakaian kaos oblong memeriksa penyakit yang kita keluhkan ?

Mungkin dokter tersebut adalah seorang dokter paling senior dan paling ahli di rumah sakit tersebut, tapi karena kita baru kenal dan memakai “hanya” sebuah kaos oblong, maka tiba-tiba kita meragukan otoritas dari dokter bahkan rumah sakit tersebut.

Contoh lain ketika ada polisi lalu lintas hendak menilang pengendara dan tidak memakai atribut seragamnya, maka seakan-akan kekuatannya ada yang hilang, perkaranya sangat sederhana hanya sebuah pakaian.

Dalam dunia bisnis terutama dalam era persaingan saat ini keunggulan menjadi ekspertis dibidangnya adalah suatu keharusan, terutama agar bisa keluar dari perang harga yang menekan profit. salah satu ciri expertis tersebut adalah dengan memakai uniform yang sesuai bagi anggota tim bisnis. uniform tidak harus mahal, yang penting harus sesuai dengan corporate identity nya dan membuat nyaman anggota tim yang memakainya.

Bicara tentang otoritas saya jadi teringat issue manusia yang berada di luar angkasa, terlepas dari kontroversi benar atau tidaknya, coba perhatikan uniform yang dipakai seorang astronot, pasti akan disesuaikan dengan tujuan membangun otoritas kepada “penontonnya”, betul atau betul banget….

Ayo bergabung di group FB “Belajar bangun tim dalam bisnis”

Setiap minggu ada postingan artikel dan video fokus topik bangun tim bisnis

Pesaing Bisnis Adalah Mitra Anda Menjadi Unggul

Takutkah anda dengan pesaing anda? pesaing pada hakikatnya adalah anugrah yang patut disyukuri, dengan bersaing secara positif, kemampuan kita akan terasah terus menerus, dan secara tidak sadar kemampuan kita akan terus berkembang dari waktu-kewaktu.

Berikut adalah beberapa Tips menjadi unggul yang saya kutip dari audio motivasi  “Pribadi Unggul” nya Aa Gym.

1. Percepatan Diri

pastikan dari waktu ke waktu kemampuan kita bertambah secara exponential bukan bertambah secara reguler. Jangan sampai semakin bertambah umur, tidak bertambah ilmu, pengetahuan dan wawasan akan sangat merugi.

2. Masuk system yang unggul

Kata Nabi, “Bergaul dengan pedagang minyak wangi ikut terbawa harum, bergaul dengan pandai besi ikut terpercik api”. pastikan lingkungan pergaulan kita mempercepat perubahan ke arah lebih baik.

3. Bersaing Positif

Pesaing adalah anugrah, partner kita untuk maju. pastikan bukan pesaing yang kita khawatirkan, tapi kemampuan kita yang tidak berkembang yang harus lebih diwaspadai.

4. Sinergi

Bangun kerjasama strattegic alliance, bangun team yang bisa bangun sinergi agar terjadi multiple source of income.

Jalur Karir Karyawan Loyal Ketika Belum Mampu Menjadi Leader

Ketika anggota team sudah lama bergabung, pilih spesialis atau generalis ?

Salah satu tantangan dalam dunia bisnis adalah tetap mengelola potensi sumber daya manusianya sampai usia pensiun. Akan tetapi tantangan yang muncul ketika mereka ikut bersama adalah mengelola jabatan ke depannya. Karena tidak semua anggota team mampu memegang jabatan sebagai seorang leader yang memiliki tim sendiri.

Solusinya adalah mereka harus dilatih menjadi seorang spesialis yang ahli dalam keterampilan teknis tertentu, sehingga meskipun tidak memiliki tim yg banyak tetap menjadi aset yang berharga di perusahaan.

Bagaimana tahapan menjadi seorang spesialis, tentunya harus ditugaskan kepada tugas yang fokus pada skill tertentu, tidak di rotasi ke banyak bagian. Sehingga apapun masalah teknis yang terjadi di lapangan akan sangat detail mengetahui solusi nya.

Jadi kesimpulannya, apabila ada anggota tim bisnis yang sudah lama bergabung dan tidak mampu memegang jabatan mimimpin anak buah, jadikan saja tim ahli. Seorang spesialis.

Tahukah Anda ! Apa Bedanya Marketing dan Sales ?

Jawabannya adalah tergantung! dan apa gunanya mempermasalahkan  hal ini, karena bisa jadi akan menimbulkan perdebatan karena perbedaan sudut pandang.

Menurut Hermawan Kartajaya dalam bukunya Hermawan Kartajaya on MARKETing, ia berpendapat bahwa definisi marketing adalah sebuah konsep strategis yang bertujuan untuk meraih kepuasan yang berkelanjutan bagi ketiga stakeholder utama: customer, people dan shareholder. Marketing bukan hanya sekedar bagian tubuh dari sebuah organisasi tapi merupakan  jiwa dari organisasi tersebut.

Menurut Phillip Kotler dalam bukunya Marketing Management edisi ke 13 ia berpendapat bahwa marketing is about identifying and meeting human needs. Marketing is an organizational function and a set of process of creating, communicating, and delivering value to customers and for managing customer relationship in ways that benefit the organizations and its stakeholders

Dan kalau diikuti pendapat lainnya akan banyak dan bisa jadi membingungkan. Pertanyaannya, apa kaitannya dengan dunia bisnis yang Kita jalani?

Saya sendiri memiliki pendapat sendiri yang  diperoleh dari Guru Saya pak Agus Gunario.  marketing adalah kegiatan yang tujuannya mendatangkan PROSPEK (calon pembeli) mulai dari mendesain produk, menetapkan target market, merancang diferensiasi, sampai melakukan program promosi serta aktifitas BRANDING.

Sedangkan sales adalah mengkonversi prospek menjadi pembeli dengan cara face to face, telemarketing, chating maupun membuat POS (point of sales)

Apakah fungsinya memisahkan hal ini?

Yang pertama untuk menentukan diagnosa apabila mau meningkatkan penjualan yang harus di-improve adalah bagian merketing atau Sales

Kedua Agar mudah melakukan pengukuran, sesuatu yang tidak bisa diukur akan sulit untuk ditingkatkan

Ketiga Agar mudah menetapkan KPI (key performa indikator) dan Job Description dari masing-masing bagian.

Ketika Anda ingin meningkatkan omset bisnis Anda, berhatikan bottle neck nya, bisa jadi karena kurang prospek karena produk Anda kurang menarik atau belum dikenal luas. Ini tentu pekerjaan orang marketing yang harus berperan atau produknya memang sudah bagus namun divisi sales Anda yang belum bisa menjual karena kurang skill, tidak termotivasi dll.

Bagaimana Rule nya?

Dalam mencari prospek pilihlah yang paling murah atau istilahnya yang paling efisien, sedangkan dalam menkonversi prospek menjadi pembeli pilih yang paling efektif dalam hal ini pilih yang paling besar keberhasilannya dalam mengkonversi prospek menjadi pembeli.

Jadi mau pilih definisi yang rumit atau yang praktis ? Pilihan ada pada Anda

Kualitas Tim Bisnis dimulai dari KUALITAS DIRI Kita

Pondasi yang kuat dalam berbisnis adalah dari dalam diri kita sendiri. Jangan mengharap orang lain berubah jika kita sendiri tidak mau berubah. oleh karena itu semua harus dimulai dari diri sendiri.

Beberapa hal yang harus kita miliki sebagai pondasi dasar adalah melakukan atau memiliki prinsip berikut :

Goal Setting, goal harus ditulis SMART, spesifik, measurable, Achiefable (bisa dicapai), Result Oriented, Time Frame.

Outcome, adalah milestone yang dicapai dalam mencapai goal.

Time management. kunci manajemen waktu adalah hari ini harus lebih baik dari kemaren, dan tinggalkan hal-hal yang tidak relevan dengan MISI kita, tinggalkan hal-hal yang tidak penting dan menghabiskan waktu seperti menonton acara TV yang tidak bermutu.

Identitas yang baik, lebih baik mengatakan Saya belum besar dari pada Saya orang kecil.

Be X Do =  Have

Menjadi tuan dari emosi kita, respon setiap kejadian adalah otoritas kita sepenuhnya.

Fokus 10.000  jam keahlian, dengan fokus kita semakin expert dibidangnya.

Self confidence

Communication skill

Gratitude, tidak ada yang lebih berharga dari pada diri kita sendiri.

Abudance, semakin banyak berbagi ilmu, semakin mantap ilmu kita.

Ketika harus memilih PHK tim bisnis

Dalam dunia bisnis yang begitu cepat berubah kita di tuntut selain harus terus tumbuh, juga harus profit dan memiliki cash sebagai darah segar perusahaan. Namun ada kalanya ketika terus expansi baik dalam bidang marketingoperation maupun penambahan SDM hasil akhir tidak sesuai yang diharapkan. Ketika keaadaan itu terjadi, mau gak mau expansi harus di rem dan skenario berubah menjadi bertahan. Bisa jadi dengan jurus sana-sini omset tidak naik malah cost bertambah, maka ketika keadaan seperti itu bisa jadi yang harus dilakukan bukanlah menambah effort untuk meningkatkan omset, tapi segera melakukan efisiensi biaya.

Nah ketika bicara efiesinsi biaya, bisa jadi keputusan terbaiknya adalah mengurangi anggota tim, untuk kondisi saat ini di Jakarta dengan UMR 3,1 juta maka biaya gaji 1 tahun termasuk THR mencapai 40 juta ditambah dengan biaya training dan fasilitas lain bisa mencapai 50-60 juta setahun. Maka dengan biaya sebesar itu perusahaan harus memastikan hasil yang didapat dari pertambahan biaya itu berimbas pada kenaikan profit, bila tidak maka jauh lebih baik dihilangkan biaya tersebut.

Sekarang bagaimana kita mementukan prioritas anggota tim yang diberhentikan, tentu ini bukan pilihan mudah, tapi setidaknya mungkin bisa menjadi acuan apabila strategi tersebut terpaksa kita lakukan.

Siapakah saja yang pantas di dahulukan untuk PHK adalah orang-orang sebagai berikut :

  1. Sudah mengajukan resign
    • kenapa ini harus didahulukan, karena orang yang mengajukan resign pada dasarnya sudah tidak mau bergabung, sehingga apabila dilepaskan maka tidak akan “sakit hati” karena itu sudah keputusan yang bersangkutan. Mencoba mempertahankan orang yang mau resign biasanya hanya akan menunda masa keluar tapi tidak membuat mereka bertahan lama.
  2. Kurang memberi nilai tambah.
    • karyawan jenis ini biasanya hanya sebagai “pemanis” di perusahaan. misal ada Saptam di kantor atau kepala gudang, sementara kantor nya juga masih kecil dan belum butuh satpam, maka bisa jadi bagian ini yang di hilangkan terlebih dahulu atau bisa juga CS yang semestinya butuh 1 orang, tapi dipaksakan 2 orang agar lebih manis, maka orang kedua ini bisa dihilangkan.
  3. saat meninggalkan perusahaan malah kita senang
    • setiap orang yang ada di tim bisnis kadang kita harus lakukan test cermin, apa itu? yaitu kalo orang tersebut tidak ada kita senang atau sedih. jika senang mungkin sebaiknya orang tersebut memang harus di hilangkan dari tim bisnis tersebut. Mungkin yang bersangkutan suka melakukan kecurangan tapi sulit dibuktikan atau sulit kerjasama dengan anggota tim lainnya.
  4. Baru bergabung tapi kualitasnya meragukan
    • saat expansi besar-besaran, misal pembukaan counter penjualan di modern market kita butuh SPG, maka dalam keadaan seperti itu kadang perusahaan menerima orang dengan kualitas pas-pasan, baru sadar setelah beberapa saat diterima. nah ketika keputusan PHK dijatuhkan rasa penyesalan ini bisa diobati dengan menguragi orang-orang tersebut.
  5. KPI(key performance indikator) nya jarang tercapai
    • beberapa orang ada yang memiliki kebiasaan buruk seperti jarang masuk, target tidak tercapai dan sering komplain, maka orang ini bisa dijadikan target PHK berikutnya, karena saat nanti perusahaan perlu bergerak cepat biasanya sulit untuk diajak berlari bersama.
  6. Penebar energi negatif.
    • Dijaman sosial media saat ini, orang dengan mudah mengeluarkan status baik itu positif maupun negatif. banyak juga yang membela perusahaannya dan tidak sedikit juga yang isi nya mengeluh dan komplain. nah ini juga bisa dijadikan panduan orang yang akan di kurangi dari tim bisnis.
  7. Sudah memasuki masa depan suram
    • dunia terus berubah, saat ini yang sedang naik daun bisa jadi besok sudah usang. hari ini jadi bintang besok bisa jadi beban, ada orang-orang tertentu yang tidak mau berubah diri, tidak suka training dan tidak suka mengupgrade diri, maka orang tersebut ke depan makin menjadi suram. sudah saatnya dipertimbangkan pula untuk di hilangkan dari tim bisnis.

Pilihan mem PHK orang lain ini memang tidak mudah, tapi lakukan juga dengan penuh rasa kemanusiaan dengan memberikan hak-hak yang didapat. Jangan terlalu risau setelah di PHK akan makan apa keluarganya, mungkin masih bisa menjadi ojek online atau yang lain, yang jelas rezeki selalu ada diluar sana.